KAYANGAN si DEWA

Showing posts with label insight. Show all posts
Showing posts with label insight. Show all posts

17 Feb 2007

Menertawakan Penderitaan

Pernahkah anda mengalami penderitaan yang bertubi-tubi. Istilahnya itu sudah jatuh ketimpa tangga, masuk ke sarang singa, digigit buaya dan dikejar-kejar anjing. Tidak pernah? atau malah lebih parah lagi? Pagi hari jalanan macet padahal sudah ditunggu bos di ruang rapat, siang hari panas terik harus meninjau pekerjaan di lapangan, sore kejebak macet lagi.. lalu sampai rumah lupa beli kado untuk istri, istri jadi ngambek, dan tidak sempat ketemu anak-anak tercinta karena pulang terlalu malam. Sedih betul hidup anda.. Untung saya ga seperti itu.. saya hanya seorang mahasiswa tingkat akhir yang sedikit sibuk ngurus ini itu (sampe2 TA lupa dikerjain) dan kadang harus tahan lapar sendirian di kamar kosan yang sempit dan brantakan karena kiriman (atau honor kerja sampingan) belum datang. Tiap orang memang punya masalahnya masing-masing.

Tetapi ingatlah, ketika kita dapat menjalankan segala macam penderitaan dan berhasil melewatinya, tiba-tiba kita bisa merasa lebih bijak. Contoh saja saya yang bisa berkata begini :

"Jalankan dan hadapi saja penderitaan di hari ini, saat mengingatnya kelak kita akan menertawakannya." atau dengan kalimat lain "Mungkin kita tidak bisa tersenyum menghadapi penderitaan hari ini, tapi kelak kita akan menertawakannya."
Saya jadi teringat beberapa kutipan yang saya kumpulkan dari buku-buku dan sumber lain seperti ini,
"Character cannot be developed in ease and quiet. Only through experience of trial and suffering can the soul be strengthened, vision cleared, ambition inspired, and success achieved."

tambah lagi ini
"Be of good cheer. Do not think of today's failures, but of the success that may come tomorrow. You have set yourselves a difficult task, but you will succeed if you persevere; and you will find joy in overcoming obstacles. Remember, no effort that we make to attain something beautiful is ever lost."
Jadi untuk rekan-rekan yang sekarang sedang bersedih dengan penderitaan yang dialaminya, yakinlah bahwa diujung jalan yang sedang anda lewati ada kebahagiaan dan kesuksesan yang menunggu anda (hehe.. ini keluar dari jari-jari jahil seorang mahasiswa).. Yaa.. begitu deh kira-kira.. selamat menikmati..

29 Jan 2007

Berbicara dengan hati

Judulnya punya ambiguitas. Pertama, berbicara kepada orang lain menggunakan perasaan/hati. Kedua, seseorang bincang-bincang dengan hati/perasaannya. Di tulisan ini yang dibahas adalah arti kedua. Kok bisa seseorang berbincang-bincang dengan perasaannya sendiri? Jelas bisa.

Ketika kita sedang dilanda sebuah masalah, seringkali beberapa ide muncul di pikiran. Jangan masalah deh.. hmm.. Apa yang anda pikirkan ketika anda melihat anak kecil (usia sekitar 7-8th) di pinggir jalan yang ramai, berpakaian lusuh, tampang lesu dan lemah. Mungkin.. anda berpikiran kasihan sekali anak itu. Kemana ibu bapaknya? Dia sudah makan apa belum ya? Apakah harus saya bantu? Bagaimana kalau ini.. kalau itu.. dst... Inilah yg saya maksud.

Seringkali hati kita berbicara, tetapi apakah kita mendengarkannya?

Sekian kali saya mencoba mendengar hati berbicara hingga berkesimpulan bahwa :
Kebenaran sudah diketahui oleh para hati. Mau mendengarkan atau menerima ucapan para hati, itulah masalahnya.

Saya sebut para hati, karena hati kita bisa memberikan banyak sekali pemikiran. Kalau meminjam istilah dalam keagamaan, ada malaikat dan ada setan.

Para hati yang memberikan kebaikan adalah malaikat dan sebaliknya adalah setan. Tapi bagaimana cara membedakannya? Kita harus sering-sering mencuci hati. Jangan sampai bercak-bercak noda terlalu lama tinggal di hati. Segera cuci dengan doa dan taubat. Jika di lain waktu terlihat tanda2 ada noda yg mendekati hati, hindari..

Malaikat dengan senang hati akan menyuarakan pikirannya kepada kita kalau kita bisa menjaga hati.

26 Jan 2007

Pentingnya komunikasi

Makhluk hidup di dunia ini berkomunikasi. Masing2 spesies berkomunikasi dengan caranya sendiri2. Semut berkomunikasi dengan cara kimiawi dan sungut2/antenanya. Serangga dan mamalia memakai cara kimiawi juga, tapi baunya beda2. Manusia juga berkomunikasi.

Manusia berkomunikasi, ternyata, tidak hanya dari ucapan tapi banyak faktor lainnya. Misalkan, bahasa tubuh. Apa yg anda pikirkan ketika ada orang yang senyum manis ke anda? anda senyum balik mungkin.. tapi apa jadinya ketika orang itu senyum manis tapi sambil megang golok dan diangkat tinggi2 kyk pengen nebas.. beuh.. serem kan. Ya ngga se-ekstrem itu sih. Banyak buku yang bercerita soal bahasa tubuh, misalnya yg ditulis sama si Deddy "mentalist" Corbuzier di bukunya, "Mantra". Bahasa tubuh berperan lebih dari 60% dalam berkomunikasi dengan orang lain.

Faktor lain adalah nada bicara. Bagaimana perasaan anda ketika orang meminta maaf dengan suara lembut dibandingkan dengan suara teriak2.. (hehe.. kasih contohnya yg ekstreem terus nih) Coba perhatikan saja bagaimana perasaan anda ketika orang berbicara dengan anda dengan macam2 nada bicara.

Yang paling penting adalah berkomunikasilah utk memecahkan masalah. Beberapa kenalan si dewa103 memiliki konflik dan ternyata setelah dikomunikasikan satu dengan lainnya konflik bisa terselesaikan... Mungkin hanya di permukaan saja, tapi bagus deh buat permulaan.

29 Dec 2006

Open Mind dan Kritis

Klo kita lihat judulnya, Open Mind dan Kritis.. Ini dua kata yang saling berlawanan, bagaimana bisa dipadukan? Ternyata bisa bisa saja dipadukan dalam pikiran kita.

Kebenaran, sekarang ini sulit membedakannya dengan ketidakbenarannya. Tidak benar belum tentu salah, bisa saja "tidak benar" karena informasinya tidak lengkap disampaikan. Klo ngomong ttg kebenaran, ga ada habisnya. Sekarang yg penting adalah bagaimana kita bisa menggunakan informasi yg diterima untuk keberlangsungan hidup kita. Kita mesti pinter2 pilah pilih kebenaran.. pilah pilih dgn kritis tetapi jgn sampai skeptis.

Bersambung... (tiba-tiba males nerusinnya..)

Menanam Kebiasaan baru

Seberapa sering kita berusaha untuk menghilangkan kebiasaan jelek tetapi berakhir sia-sia. Kebiasaan memang susah dihilangkan, tetapi apakah hal itu tidak mungkin terjadi. Memang Sulit tetapi mungkin.

Terkadang lebih mudah merubah dari dalam dibanding dari luar. Sering kali faktor luar hanya menjadi stimulan sementara, tidak merubah secara kontinyu. Ada sebuah metode yang ampuh untuk memanfaatkan stimulan dari luar agar bisa bertahan lebih lama dan membentuk sebuah kebiasaan atau sikap baru.

Metode yang digunakan cukup sederhana, hanya dengan menggunakan handphone (hp). Di layar Hp biasanya ada sebaris kata untuk memperlihatkan profile handphone sebelum screen saver keluar. Nah.. satu baris inilah yang dipakai untuk membentuk kebiasaan baru. Coba saja ganti nama profile dengan kata yang menggambarkan sebuah kebiasaan baru yg ingin ditanamkan ke diri. Misalkan, nama profile ganti dengan kata "Demi Masa". Secara tidak sadar setiap melihat layar hp, ada kata itu yang muncul dan lama kelamaan tertanam di pikiran bawah sadar kita.

Alam bawah sadar kita secara otomatis segera menanamkan ke syaraf-syaraf sadar untuk berbuat seperti yang ditanamkan. Misalkan dengan kata atau frase "Demi Masa", alam bawah sadar seakan mengatakan bahwa waktu sangat berharga dan sungguh sia-sia jika digunakan untk hal yang tidak berguna.

Frase "Demi masa" telah ku pergunakan dari beberapa tahun yg lalu dan hasilnya cukup bermanfaat. Kegiatan bertambah dan peluang usaha makin banyak. Sebuah kata lain yang sedang ku gunakan adalah "persisten". Yah.. semoga saja bisa menjadi sebuah kebiasaan baru yang bertahan lama.

Ingin mencoba? silahkan..

18 Dec 2006

Arjuna belajar memanah


Sewaktu sedang mengerjakan tugas atau latihan, ada kalanya pikiran ini melayang membayangkan kehebatan ketika sudah berhasil nanti. Misalkan ketika sedang latihan, sering sekali khayalan diri yang sudah sakti muncul. Menghancurkan batu besar dengan sedikit sentuhan, atau mungkin hanya dengan sentilan. Membaca atau bahkan mempengaruhi pikiran orang lain, tarung dengan penjahat untuk membela keadilan dan kebenaran dan banyak lagi yang melintas dipikiran. Memang enak bisa mengkhayal tetapi bagaimana kelanjutan latihan itu.

kisah Bharatayudha, Drona adalah guru yang mengajarkan teknik memanah kepada murid-muridnya. Kebanyakan muridnya, ketika ditanya "Sasaran apa yang kamu lihat?," mereka menjawab "Sekawanan burung yang terbang".Drona sedih atas jawaban itu. Ketika murid yang lain menjawab "Seekor burung," ia sedikit lega. Ketika Arjuna menjawab "Mata seekor burung,dan panahku kuarahkan pada mata burung itu" guru itu sangat puas, dan karena itulah Arjuna dijadikan murid yang paling disayanginya; Arjuna adalah puncak keberhasilan Drona sebagai guru memanah.

30 Nov 2006

Pengemis. Kasih, tinggalkan atau ajarkan?

Tidak sedikit pengemis di kota-kota besar di Indonesia dan jumlahnya makin bertambah seiring dengan waktu. Kenapa hal ini bisa terjadi? Tidak ada yang tahu pasti apa penyebabnya. Orang hanya bisa menduga-duga.

Apapun alasannya, kita harus mencari cara untuk menghentikannya.
Di signature email, saya mengambil quotation dari Lao Tzu

"Give a man a fish and you feed him for a day.
Teach a man to fish and you feed him for a lifetime"

Intinya sih.. bantu orang jangan setengah-setengah.

Jika ada orang yang kelaparan ato kehausan.. kita wajib kasih makan dan minum. Tapi jangan selesai sampe situ aja.. kita harus bantu orang itu biar di lain waktu ga kelaparan ato kehausan lagi. Itulah intinya.

Mengajarkan mancing belum tentu rampung dalam waktu singkat. Mau ga mau kita memang harus ngasi ikan dulu. Mengajar org memang harus penuh kesabaran.. kita harus sabar mengajarkan hingga org itu mandiri.

Nah.. ada satu keypoint yg ga boleh kita lupakan. Kemampuan kita gmn? Gmn bisa kita ngajarin mancing ikan, klo kita sendiri belum bisa dapet ikan!?

20 Nov 2006

Ketekunan

Tidak cukup ide yang hebat, inovatif, kreatif,dll. Terkadang ide yang simple a.k.a sederhana akan jadi lebih hebat jika dilakukan berkelanjutan. Saya belum pandai menulis, tetapi seperti yang dituliskan oleh pak B.Rahardjo di blognya, asal tekun dan persisten nantinya juga bisa.

Banyak pelajaran dan renungan yang dapat saya ambil dari tulisannya pak B.Rahadjo. Begitu banyak ide yang saya buat tetapi nyaris tidak ada yang berhasil saya kerjakan hingga akhir. Sepertinya salah satu faktor yang menyebabkan adalah ketekunan, salah duanya kebutuhan.

Project-project independen yang dikerjakan sering kali membutuhkan investasi waktu yang tidak sedikit, sering kali hal ini berbenturan dengan kebutuhan yang harus dipenuhi saat itu. Misalkan, saya membuat sebuah project buku dengan konsep yang sudah didiskusikan dan rencana sudah setengah jalan.. tiba-tiba tuntutan kuliah memanggil, ditambah lagi dengan masalah finansial yang harus segera diatasi. Mau apa buat boleh, project ditunda karena kebutuhan yang lebih mendesak. Jadi solusi yang terbaik saat ini adalah memilih project yang dapat memenuhi kebutuhan seiring berjalannya.

17 Nov 2006

DTK - perTVan Indonesia

Dunia Tanpa Koma. Serial TV di RCTI yang baru bulan lalu mulai ditayangkan. Siapa yang ga tau DTK?di Wikipedia juga ada kok,tinggal search DTK keluarlah penjelasan soal itu.

Apa yang membedakan DTK dengan acara TV buatan tanah air lainnya(sinetron)? konsep yang dibuat oleh DTK memang beda dengan sinetron. Silahkan lihat di Wikipedia untuk lebih jelasnya.

Soal Tuntunan atau Tontonan.. pernah dibahas pada dialog di MetroTV bahwa sekarang ini sulit sekali memberikan acara dengan bobot tuntunan 90-100% yang disukai pemirsa. Bener juga sih.. emang kalian tahan sama kuliah 2jam atau acara TV yang isinya ceramah serius atau ngomong cuap2 yang syuper serius? pastinya bakal cari yang lain kan.. kecuali untuk kasus2 khusus yang org itu emang suka jenis kyk gitu. Masalah bukan pada org2 khusus itu... Ini masalah mayoritas masyarakat kita seperti apa.

Maka itu dari... alangkah baiknya tontonan2 di TV bisa dimasukkan sisi edukasinya atau tuntunan.. jangan sampai tuntunan/dakwah yang dibuat beralih profesi atau bergeser menjadi hanya sekedar tontonan belaka.

Soal angle kamera, byk cinta2an kyk sinetron dsb. Pernah saya sms ke nomor saran kritik yang biasanya ditampilkan setelah acara DTK.. kamera goyang2 biin pusing lah.. kurang melibatkan penonton lah.. sampe cinta2annya yg kepenuhan. Nda' tau deh apa tindak lanjut dari itu.

Soal tindak lanjut dari sms saran kritik itu. Ini langkah pasti nih demi kemajuan pertelevisian kita. Orang2 industri kan berubah berdasarkan pasar. Gimana klo kita kirim sms kritik dan saran kita sebanyak2nya ke nomer Sinemart itu.. makin banyak yg sms.. moga2 bisa merubah persepsi bapak2 dan ibu2 di Sinemart.