KAYANGAN si DEWA

Showing posts with label Pikiran. Show all posts
Showing posts with label Pikiran. Show all posts

26 Feb 2007

Belajar Fisika Asyik

Lagi iseng2 browse, trus masuk ke itb.ac.id.. ternyata ada liputan acara di kampus hr sabtu lalu. Ttg acara yg dibuat sm anak fisika, yg isinya mengenai asyiknya belajar fisika. Liputan lengkap (ga terlalu lengkap sih) ada di web itb.ac.id nya langsung. Lagi baca liputannya.. trus ada link ke webnya si penyelenggara.

Tau ga klo superman ga bisa nyedot minuman yg berada 10km di bawahnya pake sedotan? Dari web inilah dijelaskan fenomena itu. Coba aja cek sendiri di sana. Byk artikel lainnya kok.. saya juga baru nemu nih.. padahal tetangga.

29 Jan 2007

Berbicara dengan hati

Judulnya punya ambiguitas. Pertama, berbicara kepada orang lain menggunakan perasaan/hati. Kedua, seseorang bincang-bincang dengan hati/perasaannya. Di tulisan ini yang dibahas adalah arti kedua. Kok bisa seseorang berbincang-bincang dengan perasaannya sendiri? Jelas bisa.

Ketika kita sedang dilanda sebuah masalah, seringkali beberapa ide muncul di pikiran. Jangan masalah deh.. hmm.. Apa yang anda pikirkan ketika anda melihat anak kecil (usia sekitar 7-8th) di pinggir jalan yang ramai, berpakaian lusuh, tampang lesu dan lemah. Mungkin.. anda berpikiran kasihan sekali anak itu. Kemana ibu bapaknya? Dia sudah makan apa belum ya? Apakah harus saya bantu? Bagaimana kalau ini.. kalau itu.. dst... Inilah yg saya maksud.

Seringkali hati kita berbicara, tetapi apakah kita mendengarkannya?

Sekian kali saya mencoba mendengar hati berbicara hingga berkesimpulan bahwa :
Kebenaran sudah diketahui oleh para hati. Mau mendengarkan atau menerima ucapan para hati, itulah masalahnya.

Saya sebut para hati, karena hati kita bisa memberikan banyak sekali pemikiran. Kalau meminjam istilah dalam keagamaan, ada malaikat dan ada setan.

Para hati yang memberikan kebaikan adalah malaikat dan sebaliknya adalah setan. Tapi bagaimana cara membedakannya? Kita harus sering-sering mencuci hati. Jangan sampai bercak-bercak noda terlalu lama tinggal di hati. Segera cuci dengan doa dan taubat. Jika di lain waktu terlihat tanda2 ada noda yg mendekati hati, hindari..

Malaikat dengan senang hati akan menyuarakan pikirannya kepada kita kalau kita bisa menjaga hati.

29 Dec 2006

Open Mind dan Kritis

Klo kita lihat judulnya, Open Mind dan Kritis.. Ini dua kata yang saling berlawanan, bagaimana bisa dipadukan? Ternyata bisa bisa saja dipadukan dalam pikiran kita.

Kebenaran, sekarang ini sulit membedakannya dengan ketidakbenarannya. Tidak benar belum tentu salah, bisa saja "tidak benar" karena informasinya tidak lengkap disampaikan. Klo ngomong ttg kebenaran, ga ada habisnya. Sekarang yg penting adalah bagaimana kita bisa menggunakan informasi yg diterima untuk keberlangsungan hidup kita. Kita mesti pinter2 pilah pilih kebenaran.. pilah pilih dgn kritis tetapi jgn sampai skeptis.

Bersambung... (tiba-tiba males nerusinnya..)

Menanam Kebiasaan baru

Seberapa sering kita berusaha untuk menghilangkan kebiasaan jelek tetapi berakhir sia-sia. Kebiasaan memang susah dihilangkan, tetapi apakah hal itu tidak mungkin terjadi. Memang Sulit tetapi mungkin.

Terkadang lebih mudah merubah dari dalam dibanding dari luar. Sering kali faktor luar hanya menjadi stimulan sementara, tidak merubah secara kontinyu. Ada sebuah metode yang ampuh untuk memanfaatkan stimulan dari luar agar bisa bertahan lebih lama dan membentuk sebuah kebiasaan atau sikap baru.

Metode yang digunakan cukup sederhana, hanya dengan menggunakan handphone (hp). Di layar Hp biasanya ada sebaris kata untuk memperlihatkan profile handphone sebelum screen saver keluar. Nah.. satu baris inilah yang dipakai untuk membentuk kebiasaan baru. Coba saja ganti nama profile dengan kata yang menggambarkan sebuah kebiasaan baru yg ingin ditanamkan ke diri. Misalkan, nama profile ganti dengan kata "Demi Masa". Secara tidak sadar setiap melihat layar hp, ada kata itu yang muncul dan lama kelamaan tertanam di pikiran bawah sadar kita.

Alam bawah sadar kita secara otomatis segera menanamkan ke syaraf-syaraf sadar untuk berbuat seperti yang ditanamkan. Misalkan dengan kata atau frase "Demi Masa", alam bawah sadar seakan mengatakan bahwa waktu sangat berharga dan sungguh sia-sia jika digunakan untk hal yang tidak berguna.

Frase "Demi masa" telah ku pergunakan dari beberapa tahun yg lalu dan hasilnya cukup bermanfaat. Kegiatan bertambah dan peluang usaha makin banyak. Sebuah kata lain yang sedang ku gunakan adalah "persisten". Yah.. semoga saja bisa menjadi sebuah kebiasaan baru yang bertahan lama.

Ingin mencoba? silahkan..

18 Dec 2006

Arjuna belajar memanah


Sewaktu sedang mengerjakan tugas atau latihan, ada kalanya pikiran ini melayang membayangkan kehebatan ketika sudah berhasil nanti. Misalkan ketika sedang latihan, sering sekali khayalan diri yang sudah sakti muncul. Menghancurkan batu besar dengan sedikit sentuhan, atau mungkin hanya dengan sentilan. Membaca atau bahkan mempengaruhi pikiran orang lain, tarung dengan penjahat untuk membela keadilan dan kebenaran dan banyak lagi yang melintas dipikiran. Memang enak bisa mengkhayal tetapi bagaimana kelanjutan latihan itu.

kisah Bharatayudha, Drona adalah guru yang mengajarkan teknik memanah kepada murid-muridnya. Kebanyakan muridnya, ketika ditanya "Sasaran apa yang kamu lihat?," mereka menjawab "Sekawanan burung yang terbang".Drona sedih atas jawaban itu. Ketika murid yang lain menjawab "Seekor burung," ia sedikit lega. Ketika Arjuna menjawab "Mata seekor burung,dan panahku kuarahkan pada mata burung itu" guru itu sangat puas, dan karena itulah Arjuna dijadikan murid yang paling disayanginya; Arjuna adalah puncak keberhasilan Drona sebagai guru memanah.

14 Dec 2006

Pengendali Pikiran Manusia

Waspada!!
Berikut adalah daftar orang-orang yang bisa mengendalikan atau bahkan merubah pikiran kita, percaya atau tidak, mereka merubah kita secara perlahan atau bahkan seketika. Daftar berikut tidak diurutkan berdasar tingkat persuasif atau berdasar tingkatan apapun.

Orang yang benar-benar ampuh dalam mengendalikan watak, kepribadian dan tingkah laku kita adalah diri kita sendiri. Ya jelas.. hanya diri kita lah yang mampu memutuskan bagaimana watak kita, sikap kita setiap waktu. Tidak peduli waktu, tempat atau bahkan dimensi lain, diri kita lah yang memutuskan. Ada sebuah permainan menarik untuk membuktikannya. Coba saja ketika anda sedang kesal, marah atau sedih, lalu anda teringat dengan artikel ini bahwa andalah yang mengendalikan diri anda lalu cobalah tersenyum. Mungkin kesal, marah atau sedih tidak segera hilang, tetapi sepertinya ada perubahan sikap ketika itu kan? Ya.. setidaknya walaupun kesal masih ada, anda terlihat konyol senyum-senyum sendiri ga ada sebab.

Orang lain yang anda jadikan teladan atau orang yang dipuja kadang tanpa sadar merubah tingkah laku kita. Coba saja anda ingat-ingat kenapa anda melakukan kebiasaan yang dulunya tidak pernah dilakukan.
Bersambung...

20 Nov 2006

Ketekunan

Tidak cukup ide yang hebat, inovatif, kreatif,dll. Terkadang ide yang simple a.k.a sederhana akan jadi lebih hebat jika dilakukan berkelanjutan. Saya belum pandai menulis, tetapi seperti yang dituliskan oleh pak B.Rahardjo di blognya, asal tekun dan persisten nantinya juga bisa.

Banyak pelajaran dan renungan yang dapat saya ambil dari tulisannya pak B.Rahadjo. Begitu banyak ide yang saya buat tetapi nyaris tidak ada yang berhasil saya kerjakan hingga akhir. Sepertinya salah satu faktor yang menyebabkan adalah ketekunan, salah duanya kebutuhan.

Project-project independen yang dikerjakan sering kali membutuhkan investasi waktu yang tidak sedikit, sering kali hal ini berbenturan dengan kebutuhan yang harus dipenuhi saat itu. Misalkan, saya membuat sebuah project buku dengan konsep yang sudah didiskusikan dan rencana sudah setengah jalan.. tiba-tiba tuntutan kuliah memanggil, ditambah lagi dengan masalah finansial yang harus segera diatasi. Mau apa buat boleh, project ditunda karena kebutuhan yang lebih mendesak. Jadi solusi yang terbaik saat ini adalah memilih project yang dapat memenuhi kebutuhan seiring berjalannya.